Arsip

Suatu ketika…

img_0351_small

Sebetulnya ini basbang, tapi what the heck lah. Kira-kira 2 minggu yang lalu, saya meng-update firmware iPod nano 4th generation saya dari versi 1.0.2 yang disertakan dalam penjualan ke versi 1.0.3. Dari keterangannya, versi 1.0.3 berisikan update sebagai berikut:

• Support for Apple In-Ear Headphones with Remote and Mic
• Support for Apple Earphones with Remote and Mic
• Fixed instability issues when using Nike + iPod Sport Kit
• Added a setting to turn off Cover Flow when rotating iPod nano and a Cover Flow menu item under the Music menu
• When Shuffle setting is set to Songs, pressing play on a song in a saved Genius playlist will now follow the Shuffle setting
• After playing a slideshow with TV out, Cover Flow album art is no longer distorted
• Waking iPod nano after hibernating no longer distorts photos
• Other minor bug fixes

Terlihat, software versi 1.0.3 akan mendukung earphones/in-canal earphones dengan mic yang akan diluncurkan Apple. Earphone ini akan mendukung fitur voice recorder yang dimiliki iPod nano 4th gen. Yang jadi pertanyaan, kenapa Apple meluncurkan iPod nano 4th gen dengan menjanjikan fitur voice recorder tapi software yang mendukung earphone dengan mic keluaran Apple baru diluncurkan beberapa bulan setelahnya? Hehehe.. Read More

Kemarin, Rabu 28 Maret 2007 tampak seperti hari biasa lain di kampus UI Depok. Perkuliahan berjalan seperti biasa, mahasiswa terlihat di berbagai sudut kampus. Sekilas tidak ada yang lain dari biasanya, tapi benarkah demikian? Ternyata ada satu hal yang tidak biasa, seorang polisi tampak berkeliling di kampus saya. Tadinya saya pikir karena hari itu sedang ada acara pengukuhan dua orang doktor menjadi guru besar tetap di FHUI. Beberapa karangan bunga, termasuk dari Ketua MA Bagir Manan serta advokat Luhut MP Pangaribuan, terlihat di pintu masuk fakultas, sehingga saya kira acara pengukuhan kali ini juga akan dihadiri orang-orang penting serta pejabat, karena itu dibutuhkan protokol keamanan yang lebih dari biasanya.

Selepas Maghrib barulah kabar itu menyebar. UI mendapat ancaman bom! Read More

Saya selalu membuka kembali pintu lift yang sedang menutup agar orang lain yang terlambat sepersekian detik mendatangi lift bisa ikut. Walaupun mungkin orang lain di dalam akan memandang sebal pada saya, ucapan terima kasih dari mereka yang saya bukakan pintu cukup menghibur saya. Saya kadang menahan pintu jika ternyata hanya saya sendirian yang menggunakan sebuah lift, melihat apakah ada orang lain yang akan datang dan ikut. Saya tidak pernah sengaja menutup lift untuk orang lain yang ingin turut menggunakan, maupun agar saya bisa menggunakan lift sendirian untuk saya saja. Read More

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.