Arsip

Monthly Archives: Oktober 2006

Ah, look at all the lonely people
Ah, look at all the lonely people

Eleanor rigby picks up the rice in the church where a wedding has been
Lives in a dream
Waits at the window, wearing the face that she keeps in a jar by the door
Who is it for?

All the lonely people
Where do they all come from ?
All the lonely people
Where do they all belong ?

Father mckenzie writing the words of a sermon that no one will hear
No one comes near
Look at him working, darning his socks in the night when there’s nobody there
What does he care?

All the lonely people
Where do they all come from?
All the lonely people
Where do they all belong?

Eleanor rigby died in the church and was buried along with her name
Nobody came
Father mckenzie wiping the dirt from his hands as he walks from the grave
No one was saved

All the lonely people
Where do they all come from?
All the lonely people
Where do they all belong?

Blogged with Flock

Iklan

Aku dan dirimu tenggelam dalam asa
Dan tak ingin lari tanggalkan rasa ini
Cobalah entaskan pastikan lepas atau terus
Semoga perih terbang tinggi di awanTak usah kau cari makna hadirnya diriku
Aku di sini untukmu
Mungkin memberi arti cinta pada diriku
Aku di sini untukmu

(Aku Disini Untukmu, by Dewa 19)

Added comment: Yak, lirik lagu ini sudah beberapa lama terngiang-ngiang di kepala. Seperti biasa, kejadiannya tiba-tiba saja saya ingin kembali mendengar lagu ini. Jika sudah begini, saya cukup membiarkan unsur F saya yang menjawabnya, dan jika direnungkan lagi memang ada justifikasinya.

Di luar itu, secara keseluruhan menurut saya ini merupakan salah satu lagu terbaik Dewa 19 pada album terbaik dan dengan formasi terbaik mereka (setidaknya menurut saya). Konsep sound yang berbeda berkat sound engineer baru, Wolf, yang didatangkan bersama drummer Aksan Sjuman menurut saya adalah kuncinya. Nuansa Jazzy yang sedikit banyak dihadirkan Aksan, bersama Erwin dan Dhani yang sebelumnya juga akrab dengan Jazz, sempat dianggap sebagai perjudian nasib. Namun, album Pandawa Lima setahu saya masih merupakan salah satu album tersukses Dewa 19 hingga kini.

Dengarkan saja ketukan drum Aksan yang terkendali dalam nomor ini, sound dan bassline Erwin, aura sound keyboard Dhani dan aksen gitar Andra, dan tak lupa vokalisasi lirik Ari Lasso yang pernah menjadi flagship mereka. Semua ini ditambah detail-detail kecil namun tak terpisahkan seperti back vocal (oleh Maya Ahmad dan Reza) dan suara muted horn di akhir menuju fade out. Sebuah racikan yang tepat.

Oya, secara visual, video klip lagu ini juga menghadirkan salah satu model termahal kala itu, Tamara Bleszynski. :)

Lepaskan sejenak berat beban di pundakmu
Aku di sini untukmu
Pastikan kau jawab semua ragu di cintamu
Aku di sini untukmu

Blogged with Flock

DSC07577.JPG

Oke, mari kita narsis sedikit. :)

Hari ini saya mendapat sebuah kejutan menyenangkan; sekotak glazed donuts. Yang memberi adalah dua tiga orang mahasiswi London School yang sedang PKL di sini, katanya karena saya beberapa kali membantu mereka. Well, cuma nginstall photoshop ama bersihin virus dari flashdisk mereka aja sih, no big deal, makanya jadi agak nggak enak juga nerimanya (but hey, gak baik nolak rejeki). Jadilah saya hari ini berbuka puasa dengan 1-2 potong donat (setelah dikurangi jatah preman oleh seorang rekan kerja yang saat ini sedang berada di atas KA Parahyangan), alhamdulillah :)

(eh, tapi J.co halal nggak ya?)

Berikut skrinsut sebagian isinya.

DSC07579.JPG

Moral of the story: berbuat baik selalu mendatangkan manfaat!

Blogged with Flock