A Greener iPod

Saya mendapat iPod nano 4th gen (disebut juga nano-chromatic) sebagai hadiah ulang tahun dari seseorang yang tidak ingin disebutkan namanya. Setelah sedikit tanya2 soal harga juga layanan purnajual, jadilah saya memboyong pulang benda cantik, tipis dan berwarna hijau itu. Kenapa hijau? Pertama, warna birunya kurang begitu bagus (sayang sekali, Apple). Kedua, paduan warna anodized aluminum hijau dengan clickwheel putih terlihat sangat serasi sekali di mata saya, lebih dari warna2 lain yang tersedia. Ketiga, hijau dikatakan merupakan warna keberuntungan bagi mereka yang berangka 9 menurut fengshui (sumpah, yang ini juga saya baru tahu sekarang2). Keempat, iPod nano 4th gen ini dikatakan sebagai iPod paling ramah lingkungan yang pernah diproduksi Apple sehingga hijau rasanya mewakili dengan tepat. :)

Review-reviewan

Karena sudah menggunakan iPod nano tersebut beberapa hari, tidak ada salahnya untuk sedikit mengulasnya. Yang paling jelas terlihat adalah desainnya yang sangat cantik dengan casing sedikit melengkung sehingga dari bawah membentuk oval tanpa sambungan, begitu pula dengan layarnya. Bentuknya kembali ke iPod nano generasi kedua yang sangat laris, namun dengan layar 2 inci seperti pada iPod nano generasi ketiga. Ini memudahkan untuk menampilkan foto dan video karena cukup memiringkan iPod nano untuk melihat video dan foto dalam modus landscape.

Dengan layar baru ini, antarmuka pengguna sedikit berubah. Sekira 25% bagian bawah layar diisi pratinjau koleksi musik (sampul album), foto, video, podcast, bahkan permainan. Bagian ini juga menampilkan judul lagu yang sedang diputar sedangkan bagian atasnya akan menayangkan sampul album (jika tersedia). Judul lagu kini dilengkapi dengan nama artis di bawahnya sehingga memudahkan navigasi koleksi musik (terutama yang tidak dinamai dengan baik), namun jika ukuran huruf pada layar diperbesar (melalui menu ‘settings‘) maka nama artis tidak lagi ditampilkan.

Satu fitur baru pada iPod nano ini yaitu navigasi koleksi musik dalam modus Cover Flow. Berkat adanya accelerometer (seperti pada iPhone dan iPod Touch), pengguna cukup memiringkan iPod nano dan koleksi musik akan ditampilkan dalam modus Cover Flow yang sangat cantik. Accelerometer ini nantinya juga berguna untuk menampilkan foto dalam modus landscape, mengubah lagu yang sedang diputar (fitur Shake to Shuffle), juga untuk bermain game seperti Maze. Kesimpulannya, iPod nano baru ini sangat indah di mata juga di tangan. Sangat sulit untuk meletakkan iPod nano ini maupun menyimpannya di balik saku. Anda akan selalu ingin melihatnya, selain karena bentuknya yang cantik juga karena, seperti halnya iPod2 selain iPod shuffle, agak sulit melakukan navigasi tanpa melihat (misalnya jika ditaruh di saku). :P

Bagaimana dengan kualitas suaranya? Bagus, tetapi sayangnya tidak terlalu istimewa jika anda cukup rewel soal kualitas suara. Bassnya kurang terasa, apalagi dengan earphone standar yang disertakan dalam paket penjualannya. Penggunaan fitur equalizer sedikit membantu, namun anda tetap memerlukan earphone/headphone yang lebih bagus untuk mendapatkan bass yang mendentum. Earphone model in-ear maupun fitur noise cancelling sangat disarankan karena dengan mengeliminasi suara di sekitar anda detil bass akan lebih terdengar.

Meski demikian, pengalaman mendengarkan musik akan lebih menyenangkan secara keseluruhan berkat fitur2 lainnya. Sampul album akan memenuhi layar ketika lagu diputar. Guncangkan iPod nano dan secara acak lagu lain akan diputar (shake to shuffle), dan ini cukup membuat ketagihan pada awalnya. :P Selagi lagu diputar, tekan tombol tengah untuk berpindah ke bagian lain dalam lagu, tekan lagi untuk mengaktifkan fitur Genius, tekan sekali lagi untuk memberi rating untuk lagu tersebut. Oya, Genius adalah fitur yang secara otomatis menyusun playlist 25 lagu yang dinilai cocok dengan sebuah lagu baik dari genre, artis, ketukan, dll. Sangat menarik. Tekan dan tahan tombol tengah, maka sebuah menu a la iPhone/iPod Touch akan muncul untuk mengaktifkan Genius, menambahkan lagu ke playlist, atau merambah koleksi lagu dari album maupun artis.

Seperti yang saya singgung sebelumnya, iPod nano ini sangat menyenangkan dipakai untuk menonton video karena memiliki layar 2 inci seperti iPod nano generasi sebelumnya. Meski tergolong tidak terlalu besar, tapi saya tidak kesulitan menonton video pada layar yang tajam dan terang ini. Bahkan, porsi koleksi terbesar pada iPod nano saya ini adalah video podcast (dapat diunduh gratis melalui iTunes) dan video hasil convert, barulah kemudian musik. Sayangnya, kapasitas baterai iPod nano akan berkurang cepat jika digunakan menonton video. Foto juga ditampilkan dengan sangat indah dengan fitur slideshow. Cukup miringkan iPod nano untuk foto dalam modus landscape, dan tegakkan kembali untuk foto dalam modus portrait. Modus transisi antar foto dapat diatur dari beberapa pilihan, begitu pula dengan musik pengiringnya. Saya sampai sengaja mengunggah foto2 dari komputer saya agar dapat ditampilkan dengan slideshow di iPod nano. Sekali lagi, iPod nano baru ini mungkin lebih indah di mata ketimbang di telinga. :P

Sebagai tambahan, iPod nano menyertakan fitur alarm, kalender, jam, daftar kontak, permainan, catatan, pengunci layar dan stopwatch. Seharusnya iPod nano ini juga memberikan fitur perekam suara, akan tetapi saya belum menemukannya, mungkin menunya akan muncul ketika mikrofon ditancapkan. Fitur alarm cukup berguna, tapi jangan mengandalkannya untuk membangunkan anda di pagi hari kecuali anda menghubungkan iPod anda ke pengeras suara eksternal. Fitur kalender berguna untuk membuat jadwal kegiatan, namun hanya bisa diisi melalui sinkronisasi dengan iTunes (begitu pula dengan daftar kontak dan catatan). Fitur jam berfungsi sesuai namanya (begitu pula stopwatch), hanya saja ia juga dapat menampilkan waktu kota2 besar di dunia. Pengunci layar berguna agar iPod anda tidak dapat diakses kecuali setelah memasukkan kode rahasia 4 angka.

Satu lagi yang membuat iPod ini makin menyenangkan adalah fitur permainan. iPod nano ini menyertakan 3 permainan; Klondike (permainan kartu solitaire), Maze (mengendalikan bola dalam labirin dengan cara memiringkan iPod nano yang memiliki accelerometer); dan Vortex (permainan brick seperti breakout atau arkanoid tetapi bentuknya memutar 3 dimensi). Dari ketiganya, yang paling menarik adalah Maze karena memanfaatkan accelerometer pada iPod nano baru untuk mengendalikannya. Pegang iPod secara mendatar kemudian miringkan sesuai arah yang diinginkan. Saya peringatkan untuk berhati2 memainkannya, permainan ini dapat membuat ketagihan! :P

Kesimpulan

Secara keseluruhan, iPod nano baru sangat menyenangkan untuk dimiliki. Desain yang tipis dan dengan warna2 cantik, antarmuka pengguna yang lebih baik, layar lebih lebar untuk menampilkan video dan gambar secara penuh, kualitas suara yang baik, permainan2 menarik menjadi daya tariknya. Untuk sebuah iPod nano yang telah memiliki fitur Cover Flow, accelerometer, dan Genius, harga mulai 149 Dollar AS (versi 8GB) cukup menarik. Jika masih ada uang lebih, prioritaskan untuk membeli earphone/headphone yang lebih bagus kualitas suaranya. Saya sangat senang bisa memiliki benda ini. Best birthday present, ever. :-*

5 comments
  1. Bro,

    mau tanya kalo di Ipod pilihan Equalizer-nya kan terbatas.. sesuai dengan profile masing2.. misal: Bass Booster, Treble Booster, vocal, Jazz, latin, pop, dll… sedangkan pilihan Equalizer secara custom tidak ada….

    so kemarin.. gw liat katanya bisa di set lewat iTunes yah..

    gimana caranya ??

  2. hanny said:

    aaaa aku suka warna hijau seperti itu!!! #komengapenting LOL :D

  3. saya juga nge-review.. tapi kebetulan saya baru aja punya beberapa minggu lalu.. :D
    http://cendhika.com/blog/?p=863
    kebetulan saya masih dapat yang 4th gen yang udah diskontunyu di sebuah toko.. adanya cuman hijau. kata penjualnya sie nie warna yang gak favorit jadi gak laku.. wkwkw tapi karena itu saya jadi punya dengan harga 1juta ;)

  4. saya mau nanya aa, kebetulan saya baru punya ipod 4th gen.
    kok setip saya ngecas ipodnya ga penuh-penuh kadang sampai 3 jam juga baru setengah keisi batrenya.
    jadi saya ga pernah ngecas sampe full deh, kalo ngecasnya ga full bikin rusak ipodnya ga si?
    udah gitu ipod saya batrenya ga tahan lama, dengerin beberapa lagu batrenya langsung abis.
    tolong sarannya ya a hehe

    • kalo ngecasnya lama mungkin itu karena voltase chargernya lebih rendah dari yg diharuskan untuk mengisi baterainya, misalnya ngecas dari USB port komputer yg voltasenya cuma 0,5V kalo gak salah. cobalah untuk selalu ngecas ipod dgn wall charger (charger yg dicolok ke colokan listrik rumah). atau mungkin memang ada masalah dgn baterainya. ngecas tidak sampai full tidak akan merusak ipod, hanya saja baterai ipod itu punya batas maksimum sekian kali bisa dicharge. biasanya 1000x cycle, di mana 1x cycle adalah 1x colok ke sumber listrik. gak peduli baterainya sudah habis, baru habis setengah, atau bahkan masih penuh, asal dicolok itu sudah 1 cycle. jadi kalo setiap hari ngecas ipod 1x, maka butuh 1000 hari (hampir 3 tahun) sampai kapasitas baterainya menurun. kalo sehari nyolok ipod lebih dari 1x ya tentunya kurang dari itu umurnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: